Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran

Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran - Orang tua adalah mereka yang memelihara, mendidik, menjaga, dan mencari harta buat kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya kelak. Akan tetapi itu, kadang hal itu bertolak balik apa yang diharapkan orang tua terhadap kebangaan anak-anaknya.
Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran
Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran

Maka dari itu, kami mengambil inisiatif untuk memberikan informasi dan artikel yang akan menyadarkan buat kaum remaja untuk saat ini berkaitan dengan Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran. Langsung saja anda menyimak artikel berikut ini :
Tugas utama anda hanya belajar dan sekolah. Karena anda belum bisa membalas semua jasa dan pengorbanan orang tua anda selama ini. Tapi anda belum sama sekali bisa karena biar uang sekolah/uang jajang anda tidak sanggup untuk memenuhinya tapi kenapa justru anda gunakan waktu dan uang yang diberikan orang tua anda hanya untuk pacaran, telponan dan sms san. Betapa berdosanya anda menjadi seorang anak.
Seorang anak baru sadar, apa yang dilakukan selama ini adalah salah ketika salah satu dari kedua orang tuanya ataukah keduanya telah meninggal dan terbaring kaku dengan bungkusan kain kafan. Disaat itulah juga penyesalan akan menghampiri dan mendatangi anda. Ingat penyesalan itu selalu datang di waktu yang tepat. Tapi penyesalan itu amatlah tiada gunanya.
Coba anda renungnkan dengan baik-baik, orang tua anda mencari harta peras keringat banting tulang hanya untuk membiayai dan menafkahi anda. Tapi apa yang anda balaskan anda justru tidak belajar dan menggunakan waktu anda untuk pacaran, sms san, telponan dan lain sebagainya. Betapa berdosanya anda terhadap kedua orang tua anda.
Mungkin saat ini, anda menikmati masa berpacaran anda tapi anda lupa siapa yang memberikan anda uang jajang/uang tambahan. Bukannya untuk dipakai telponan, sms san, pacaran tapi orang tua anda memberikan anda uang hanya untuk dipakai keperluan sekolah anda bukan untuk percintaan/pacaran.
Orang tua kalian merawat dan menjaga anda mulai dari kecil tapi apa yang anda lakukaan saat ini adalah anda justru menyalahgunakan amanah dan kepercayaan orang tua anda selama ini dengan pacaran.
Alangkah berdosanya seorang anak jika diberi kepercayaan untuk menuntut ilmu dan untuk bersungguh-sungguh dalam sekolahnya tapi mereka justru menggunakan untuk pacaran/percintaan.
Masa depan dan kebahagiaan orang tua anda lebih penting dan lebih berharga. Belajar saja dengan fokus dan bersungguh-sungguhlah karena orang tua anda hanya ingin melihat anda sukses dalam pendidikan dan mengangkat derajat serta martabatnya.
Hal yang paling lucu juga adalah anda takut dan patut pada perkataan pacar anda sendiri. Tapi anda tidak takut telah menyalahgunakan dan kepercayaan orang tua anda selama ini. Sungguh anda termasuk anak yang durhaka dan tidak bisa menjaga apa yang diharapkan orang tua anda selama ini.
Ingat sebelum semuanya terlambat, berjanjilah kepada kedua orang tua anda dan diri anda sendiri bahwa anda tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi dengan pacaran. Karena dengan pacaran seorang wanita berpeluang keperawanan dan kesuciannya hilang serta direnggut oleh pacarnya.

Sebagai catatan penting :

  • Semoga dengan adanya artikel di atas, buat kaum remaja jauhilah yang namanya dunia pacaran. Karena orang tua anda mencari rezeki dan harta hanya untuk menyekolahkan dan ingin mengubah nasib anda tidak menjadi seperti nasib kedua orang tua anda.
  • Kalian mampu mencari rezeki dan uang untuk membiayai keperluan sekolah dan hidup anda. Maka dari itu, jangan pernah anda sekali-kali berani yang namanya pacaran. Karena orang tua anda memberikan uang hanya untuk keperluan sekolah bukan untuk telponan, sms san bersama dengan kekasih haram anda.
  • Ingat anda tidak sadar bahwa anda telah membohongi dan menyakiti hati perasaan orang tua anda selama ini. Karena keduanya telah rela mati-matian untuk menghidupi berbagai perlengkapan hidup anda tapi anda justru diam-diam menyalahgunakan amanah dari orang tua anda. Sungguh anda tidak mempunyai hati sama sekali terhadap apa pengorbanan orang tua anda selama ini.

Beberapa alasanya mengapa pacaran dibangku sekolah tidak dianjurkan :

  • Dari pada terburu-buru punya pacar lebih baik bersabar dan tetap kuat mengendalikan hawa nafsu.
  • Dari pada pacaran sama manusia mending pacaran sama pelajaran kawan biar makin pintar di sekolah.
  • Dari pada habisin waktu buat pacaran mendingan habisin waktu untuk belajar teman.
  • Dari pada mengikatkan diri sama pacar mendingan mengikatkan diri sama Tuhan.
  • Dari pada bergantung sama pacar mendingan bergantung sama Tuhan dan orang tua.
  • Dari pada terjebak dalam fatamorgana pacaran mendingan berusaha belajar agar lebih siap menghadapi ujian.
  • Dari pada mengertikan pacar yang entah berantah lebih baik mengerti kebutuhan orang tua agar mereka bahagia selama sisa hidupmya.
  • Dari pada menyenangkan pacar lebih baik menyenangkan orang tua jadi diberkati dan dilancarkan rizkinya.
  • Dari pada jadi budak pacar lebih baik dirumah disuruh-suruh orang tua ngerjain ini itu.
  • Dari pada hidup bermasalah karena pacar tidak cocok sana-sini lebih baik bersahabat sama teman yang lain bisa happy bareng
  • Dari pada sibuk cari-cari pacar lebih baik menjalin hubungan baik dengan banyak orang sekalian membangun jaringan relasi
  • Dari pada habis-habisin duit buat pacar lebih baik ditabung buat kuliah di univeritas terbaik

Kerugian ketika memilih untuk berpacaran :

  • Mindset : pikiran kotor dan tidak bisa fokus
  • Moral : sikap dan perkataan yang tidak terkendali
  • Materi : semakin boros menggunakan uang
  • Waktu : kehilangan kesempatan belajar yang berkualitas
  • Keluarga : hubungan dengan orang tua dapat terganggu
  • Relasi : persahabatan/pertemanan dapat menjadi renggang
  • Studi dan bakat : kehilangan kesempatan untuk berprestasi disekolah dan bakat lainnya
  • Kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh gangguan ini berbeda-beda untuk setiap orang tergantung lamanya durasi pacaran dan pengawasan dari orang tua.

Dampak negatif/dampak buruk pacaran :

  • Beresiko : membuatmu semakin menjauh dari Tuhan padahal Dialah yang selama ini mengisi lubang dihatimu sehingga kamu berbahagia.
  • Pacaran itu mengikat kehidupan mudamu. Kamu mau hidup terikat! Milikilah pergaulan yang luas kepada siapa saja tanpa harus dihalang-halangi oleh seseorang yang menyebut dirinya sebagai pacarmu.
  • Berpotensi : Hubungan dengan orang tua jadi renggang – Begini nich kalau pacar nyungsep dalam kehidupan kita. Tanpa disadari dan memang secara tidak langsung buat selisih paham dengan ortu. Kedekatan jadi renggang, komunikasi sudah tidak lancar lagi.
  • Beresiko lebih terluka dan galau : Siapa sih yang tidak pernah sedih, dengan pacaran secara tidak langsung kamu telah menambah resiko untuk lebih terluka dan bersedih – mana ada pacaran yang mulus-mulus saja.
  • Pergaulan tidak berkembang : pasangan tentu tidak suka kamu lirik sana-sini bicara ini itu sama orang lain terutama lawan jenis
  • Teman itu-itu aja : otomatis kamu cuma punya sedikit teman karena waktu sebagian besar diberikan untuk bercengkrama dengan pasangan.
  • Beresiko merusak hubungan dengan sesama. Bisa saja persahabatan anda dengan orang lain diregangkan/ dipatahkan oleh sipacar dengan alasan sepihak. Baik secara jelas (terang-terangan) maupun secara tersembunyi (diam-diam).
  • Waktu belajar tidak maksimal : otomatis waktu belajarmu terganggu, belajar tidak fokus, deg-degan terus, ingat dia terus, dikit-dikit si SMS-in atau di telpon-i
  • Pengetahuan dan wawasanmu tidak berkembang : Kebanyakan bergaulnya dengan orang itu-itu aja (pacar), mau jalan kemana-mana juga temannya itu-itu aja (pacar) : kalau begini terus bagaimana bisa berkembang kepribadiannya.
  • Lebih boros : Sudah pakai uang orang tua, dibawa foya-foya pulak dengan pacar : Hidup begini apanya yang bisa dibanggain?.
  • Kita dipaksa mengertikan seseorang : Pasti butuh proses panjang menyakitkan dan berliku-liku untuk melakukannya padahal masih banyak hal yang lebih penting untuk ditekuni.
  • Ketergantungan sosial : Namanya juga pacaran, pasti pengen lagi – pengen lagi : ketemuan lagi, jalan lagi, curhat lagi. Pas mentok putus aja pasti ogah banget tuh untuk jomblo lagi. Hasratnya harus cari yang baru lagi. Mulai lagi deh dari nol.
  • Pikiran yang masih sempit bercabang-cabang : Fokus menggapai cita dan asa jadi kabur karena yang ada dalam pikiran bagaimana caranya untuk menyenangkan sidia lagi.
  • Perjuangan untuk mempertahankan kemesraan padahal ada ketidak cocokan dimana-mana beresiko menimbulkan stress.
  • Kebutuhan akan kemesraan (kemesraan murni hawa nafsu) terus meningkat. Dari sekedar jalan berbarengan kemudian pegangan tangan lalu berpelukan lagi-lagi dielus-elus akhirnya berciuman ujung-ujungnya buka-bukaan sampai gitu-gituan. Sadarilah bahwa pacaran itu syarat dengan hawa nafsu. Berdua-duaan dengan pacar sama artinya dengan manas-manasin nafsu seks. Ujung-ujungnya terbakar nafsu libido karena tiupan angin sepoi-sepoi yang meningkatkan syahwat.
  • Saya kasih tahu sebuah rahasia : hidup bersama dengan orang lain penuh dengan ketidak cocokan dan pertentangan disana-sini apalagi umur tidak jauh beda juga tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Oleh karena itulah dibutuhkan seks untuk menyelesaikannya. Lah orang pacaran cuma membebani hidup dengan memaksakan diri untuk berusaha mengerti satu sama lain.
  • Tidak bisa mengendalikan hawa nafsu : terjerumus seks bebas. Hubungan seksual adalah sesuatu yang sangat mempesona dikalangan anak muda. Mereka yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsu birahinya akan digiring untuk berhubungan intim dengan pacarnya. Keadaan ini akan terus terjadi berulang-ulang selama mereka masih bersama.
  • Hamil di luar nikah. Siapakah pemuda yang bisa menjamin hubungan intim yang dilakukan dengan pasangannya tidak meninggalkan benih kehidupan? Keadaan ini bisa saja terjadi sebab namanya juga manusia “Sepandai-pandainya tupai melompat pastilah jatuh juga“. Resiko hamil muda sangat menyakiti hati semua orang termasuk orang tua anda.
  • Kawin lari. Entah apa yang dipikirkan oleh muda-mudi yang melakukan aksi kawin lari. Mungkin mereka terinspirasi dari kisah “Romeo dan Juliet” yang sangat romantis itu. Padahal mereka tidak menyadari akhirnya, bahwa kisah itu berujung pada kematian keduanya. Artinya segala sesuatu yang tidak disetujui oleh orang tua sebaiknya jangan di lanjutkan. 

Resiko dari segi psikologis karena berpacaran bukan pada waktunya (masih remaja) :

  • Pacaran itukan indah, apalagi kalau udah mulai merangkak kepada yang namanya pegangan tangan, berpelukan, berciuman bahkan hubungan intim. Sadarilah bahwa semua ini akan membuat anda merasa terpuaskan. Sehingga usaha dan perjuangan anda berangsur-angsur meredup lalu mulai hidup stagnan.
  • Menyebabkan ketergantungan secara psikis dan mental. Apa-apa maunya dengan si dia, mau kemana-mana harus dengan si dia, pokoknya gak boleh jauh-jauh dengan doi.
  • Dapat menyebabkan bad mood, stres bahkan depresi. Menjalin sebuah hubungan bukan tanpa masalah. Belum siap putus.
  • Kalau tidak tertahankan galaunya dapat berujung pada percobaan bunuh diri.

Akibat pacaran secara kesehatan medis (fisik) :

  • Lupa makan dan minum
  • Lupa tidur
  • Insomnia
  • Perut kembung (maag)
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala atau pusing
  • Mual dan muntah (hamil di luar nikah)
  • Bahkan hilang kesadaran (pingsan)

Kekasih hati yang ideal :

Selagi anda masih menempuh pendidikan, kejarlah cita-citamu kawan. Cari dan temukan potensimu. Kembangkan itu teman dan jadilah profesional muda yang kompeten. Fokuskan kehidupanmu untuk mengejar passion. Setelah itu tercapai barulah anda dianjurkan untuk memiliki kekasih hati.

Dan janganlah anda membuang masa muda anda dengan pacaran. Karena suatu saat pasti anda akan menyesal seumur hidup atas apa yang anda perbuat selama ini. Karena pacaran itu tidak ada manfaatnya sama sekali, karena ujung-ujungnya hanya mendekati sebuah perzinaan,


Sekian dan terima kasih. Mohon bagikan artikel ini khususnya buat kaum remaja agar sadar-sadarnya bahwa apa yang dilakukan selama ini dengan pacaran yang masih berstatus sebagai pelajar adalah kesalahan besar dan merupakan perbuatan biadab/hina karena membohongi amanah dan kepercayaan orang tuan anda selama ini. Wassalam
Bagikan ke :
Facebook Twitter Google+

0 Response to "Kata Kata Motivasi Sekaligus Renungan Hidup Buat Kaum Remaja Yang Suka Pacaran"

Posting Komentar