Kata Kata Motivasi Hidup Jangan Meremehkan Orang Lain

Kata Kata Motivasi Hidup Jangan Meremehkan Orang Lain - Meremehkan adalah menganggap sebelah mata orang yang lebih rendah di bawah kita, padahal perbuatan seperti itu tidak sama sekali dianjurkan oleh agama kita masing-masing. Maka dari itu, jangan pernah anda meremehkan orang lain dan marilah kita saling menghormati dan saling menjaga.
Kata Kata Motivasi Hidup Jangan Meremehkan Orang Lain
Kata Kata Motivasi Hidup Jangan Meremehkan Orang Lain


Alhamdulillah pada kesempatan yang penuh dengan hikmah ini, izinkalah kami memberikan dan membagikan informasi dan artikel membahas mengenai kata kata jangan meremehkan orang lain. Untuk lebih lengkap dan lebih detailnya, langsung saja anda menyimak artikel di bawah ini :
Jangan sekali-kali meremehkan dan merendahkan orang lain karena Allah menciptkan semua makluknya terutama kita sebagai manusia pasti ada tujuan dan manfaatnya tertentu. Karena penciptaan Allah Swt tidak ada yang tidak sempurna semuanya sempurna bagi mereka yang mengerti akan hakikat dari Allah Swt.
Semakin anda menghina orang berdasarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan dan sebenarnya. Maka secara tidak langsung, anda telah merendahkan dan meremehkan diri anda sendiri jika sesuatu yang anda lakukan itu tidaklah benar. 
Meremehkan orang lain adalah pekerjaan tak berguna. Menghabiskan tenaga, tapi tak menghasilkan keuntungan apapun. Menghabiskan waktu dan perhatian, tapi tak mendatangkan kebahagiaan. Hanya kenikamtan satu detik, tapi berakhir dengan sesuatu yang mengecewakan.
Setiap kali anda meremehkan orang lain, anda mengurangi motivasi diri anda untuk menjadi lebih baik, serta menambah motivasi orang yang anda remehkan untuk lebih baik dari anda.
Meremehkan orang lain tidak memberimu keuntungan apapun. Yang di untungkan hanyalah nafsu kesombongan yang justru dikemudian hari membuatmu menjadi pribadi yang lemah.
Saat anda meremehkan lawan-lawan anda yang lemah, anda sedang menghambat perkembangan kekuatan anda. Saat anda tidak meremehkannya, anda akan memiliki semangat untuk tumbuh.
Orang yang suka meremehkan merasa dirinya sangat hebat. Padahal jika dilihat dari segala sudut pandang, ia tidak lebih hebat dari semua yang pernah diremehkannya.
Dunia telah melihat jutaan manusia yang diremehkan pada awalnya, kini mengalahkan mereka-mereka yang telah meremehkannya.
Jangan meremehkan orang paling bodoh sekalipun. Karena bisa jadi anda akan mengemis meminta pertolongan padanya suatu hari nanti.
Jangan meremehkan orang lain, karena orang itu kemungkinan besar memiliki kelebihan unik yang tidak anda miliki.
Meremehkan orang lain adalah bentuk penghinaan terhadap potensi luar biasa manusia. Setiap manusia memiliki potensi luar biasa, dan tak ada manusia yang pantas untuk diremehkan.
Sebelum anda meremehkan orang lain, sadarilah kalau Tuhanlah yang menciptakan mereka.
Ada ilmu berharga yang bisa di petik dari orang yang lebih lemah dari kita. dan ilmu tersebut tidak akan kita dapatkan jika kita meremehkan mereka.
Hanya orang kecil yang meremehkan orang lain, karena orang hebat selalu menghormati orang-orang yang lebih lemah darinya.
Bahkan jika ia orang paling tak berguna, tetap tak pantas kita remehkan. Karena setiap manusia tetap memiliki potensi besar.
Orang yang meremehkan orang lain, berarti sedang menghina dirinya sendiri dihadapan sang pencipta.
Jangan memandang seseorang melalui penampilan, karena anda akan selalu tertipu jika melakukannya. 

Pandangan Islam dalam merendahkan dan meremehkan orang lain :

Ada beberapa wasiat yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Jurayy Jabir bin Sulaim. Wasiat yang pertama kita ulas adalah jangan sampai menghina dan meremehkan orang lain. Boleh jadi yang diremehkan lebih mulia dari kita di sisi Allah.

Abu Jurayy Jabir bin Sulaim, ia berkata, “Aku melihat seorang laki-laki yang perkataannya ditaati orang. Setiap kali ia berkata, pasti diikuti oleh mereka. Aku bertanya, “Siapakah orang ini?” Mereka menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Aku berkata, “‘Alaikas salaam (bagimu keselamatan), wahai Rasulullah (ia mengulangnya dua kali).” Beliau lalu berkata, “Janganlah engkau mengucapkan ‘alaikas salaam (bagimu keselamatan) karena salam seperti itu adalah penghormatan kepada orang mati. Yang baik diucapkan adalah assalamu ‘alaik (semoga keselamatan bagimu.”

Abu Jurayy bertanya, “Apakah engkau adalah utusan Allah?” Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Allah yang apabila engkau ditimpa malapetaka, lalu engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menghilangkan kesulitan darimu. Apabila engkau ditimpa kekeringan selama satu tahun, lantas engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untukmu. Dan apabila engkau berada di suatu tempat yang gersang lalu untamu hilang, kemudian engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan mengembalikan unta tersebut untukmu.”

Abu Jurayy berkata lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah wasiat kepadaku.”
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi wasiat,

لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا

Artinya : “Janganlah engkau menghina seorang pun.” Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

Artinya : “Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.

Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Di antara wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah janganlah menghina orang lain. Setelah Rasul menyampaikan wasiat ini, Jabir bin Sulaim pun tidak pernah menghina seorang pun sampai pun pada seorang budak dan seekor hewan.

Dalam surat Al Hujurat, Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata bahwa ayat di atas berisi larangan melecehkan dan meremehkan orang lain. Dan sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya : “Sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91). Yang dimaksud di sini adalah meremehkan dan menganggapnya kerdil. Meremehkan orang lain adalah suatu yang diharamkan karena bisa jadi yang diremehkan lebih mulia di sisi Allah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 713).

Ingatlah orang  jadi mulia di sisi Allah dengan ilmu dan takwa. Jangan sampai orang lain diremehkan dan dipandang hina. Allah Ta’ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)

Seorang mantan budak pun bisa jadi mulia dari yang lain lantaran ilmu. Coba perhatikan kisah seorang bekas budak berikut ini.

أَنَّ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ لَقِىَ عُمَرَ بِعُسْفَانَ وَكَانَ عُمَرُ يَسْتَعْمِلُهُ عَلَى مَكَّةَ فَقَالَ مَنِ اسْتَعْمَلْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِى فَقَالَ ابْنَ أَبْزَى. قَالَ وَمَنِ ابْنُ أَبْزَى قَالَ مَوْلًى مِنْ مَوَالِينَا. قَالَ فَاسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى قَالَ إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنَّهُ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ. قَالَ عُمَرُ أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ 

Dari Nafi’ bin ‘Abdil Harits, ia pernah bertemu dengan ‘Umar di ‘Usfaan. ‘Umar memerintahkan Nafi’ untuk mengurus Makkah. Umar pun bertanya, “Siapakah yang mengurus penduduk Al Wadi?” “Ibnu Abza”, jawab Nafi’. Umar balik bertanya, “Siapakah Ibnu Abza?” “Ia adalah salah seorang bekas budak dari budak-budak kami”, jawab Nafi’. Umar pun berkata, “Kenapa bisa kalian menyuruh bekas budak untuk mengurus seperti itu?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah seorang yang paham Kitabullah. Ia pun paham ilmu faroidh (hukum waris).” ‘Umar pun berkata bahwa sesungguhnya Nabi kalian -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda, “Sesungguhnya suatu kaum bisa dimuliakan oleh Allah lantaran kitab ini, sebaliknya bisa dihinakan pula karenanya.” (HR. Muslim no. 817). 

Penjelasan singkat mengenai jangan pernah meremehkan orang lain :

Banyak orang yang dihina termotivasi untuk bangkit dan menjadi berhasil dan banyak orang yang hancur karena lupa diri atas apa yang dimiliki yang sebenarnya tidak seberapa. Namun, mengapa ada saja orang yang suka meremehkan orang lain? Langsung saja kita simak selengkapnya…..

Meremehkan orang lain adalah perbuatan yang tidak menguntungkan, menguras tenaga, dan merugikan. Mengapa? Tidak menguntungkan karena Anda tidak akan mendapatkan apapun dengan meremehkan orang lain. Menguras tenaga karena Anda pasti akan membuang-buang tenaga dan energi Anda dengan sia-sia untuk meremehkan orang lain. Merugikan karena Anda bisa dimusuhi, dijauhi, dan dibenci banyak orang. Alih-alih ingin menjadi orang yang terhebat malah orang itu akan tenggelam oleh kehebatannya sendiri.

Tidak ada orang di dunia ini yang suka diremehkan. Mereka akan menjauhi orang yang suka meremehkan mereka. Bila orang yang diremehkan itu adalah orang bijak, pastilah dia akan termotivasi dan menjadi berhasil. Dunia ini penuh keajaiban, bisa saja (mungkin karena nasib) mereka yang diremehkan menjadi lebih hebat dari orang yang meremehkannya.

Menghina itu tidak baik, lalu mengapa ada saja orang yang suka menghina? Itu karena mereka terlalu melihat kebawah atau melihat/membandingkan orang yang lebih tidak mampu darinya. Hal itu membuat dirinya menjadi sombong dan berlanjut menjadi suka menghina orang lain.

Bedakan juga meremehkan/menghina dengan mengkritik. Jika meremehkan itu ada kegiatan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Lain lagi dengan mengkritik, mengkritik tidak ada kegiatan yang tidak terpuji itu.

Jauh lebih hina orang yang menghina dari pada yang di hina. Orang tertindas akan di naikkan derajatnya sedangkan sikap suka menghina adalah sumber penghancuran diri.


Demikianlah informasi dan artikel pada kesempatan yang sama berbahagia ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, anda semakin sadar-sesadarnya bahwa tidak ada gunanya dalam hidup ini jika kita selalu merendahkan dan meremehkan orang lain. Karena perbuatan seperti itu adalah perbuatan yang sebenar-benarnya dilarang oleh Allah Swt. Sekian dan terima kasih. 
Bagikan ke :
Facebook Twitter Google+

0 Response to "Kata Kata Motivasi Hidup Jangan Meremehkan Orang Lain"

Posting Komentar